MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melaporkan pencapaian signifikan di tahun pertama kepemimpinannya, dengan ekonomi Sulsel tumbuh 5,43% pada 2025 meski di tengah upaya efisiensi anggaran. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang tercatat 5,02%.
Andi Sudirman menilai efisiensi anggaran yang diterapkan justru membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. “Walaupun banyak efisiensi, perekonomian justru naik 5,43% dibandingkan dengan 5,0% saat kami pertama dilantik,” ujarnya dalam kesempatan wawancara pada Minggu (23/2/2026).
Selain itu, Pemprov Sulsel berhasil menurunkan angka kemiskinan, yang tercatat sebesar 7,43% pada September 2025, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 685.140 jiwa. Angka ini merupakan penurunan signifikan dibandingkan dengan 2019 yang tercatat 8,56%. “Ini adalah penurunan terendah dalam 10 tahun terakhir,” kata Andi Sudirman.
Andi juga menekankan keberhasilan program-program infrastruktur, seperti pembangunan jalan, irigasi, dan rumah sakit regional. Pemprov Sulsel menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3,7 triliun untuk proyek multiyears, yang mencakup pembangunan 1.000 kilometer jalan dan irigasi untuk 54.000 hektare lahan.
Selain itu, sektor transportasi juga menjadi perhatian penting. Pemprov Sulsel mengoperasikan Bus Trans Sulsel secara gratis di wilayah aglomerasi Makassar, serta memberikan subsidi penerbangan untuk mempermudah akses transportasi udara ke daerah-daerah terpencil.
Dalam setahun kepemimpinan Andi Sudirman, berbagai program kesejahteraan, termasuk penanganan stunting dan bantuan sosial, juga telah dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan. “Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, Sulsel akan berkembang lebih cepat,” pungkasnya.


