MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menggandeng Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Selasa (3/2/2026). Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat sinergi strategis di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
MoU tersebut diteken oleh Rektor ITB Nobel Indonesia Dr. Ir. H. Badaruddin. Dari pihak Pemprov Sulteng, Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Drs. H. Firmanza hadir sebagai delegasi yang memaparkan substansi kerja sama.
Firmanza menyatakan, MoU menjadi langkah konkret mempertemukan kepentingan akademik dan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing. Kolaborasi ini juga disebut mendukung visi Gubernur Sulawesi Tengah “Berani Cerdas dan Berani Sehat” melalui program pendidikan, riset terapan, peningkatan kapasitas aparatur, serta pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.
“Kerja sama ini dilandasi oleh kesamaan visi antara ITB Nobel Indonesia dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dalam pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan daerah,” ujar Firmanza dalam kegiatan yang berlangsung di ITB Nobel Indonesia, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.
Sementara itu, Wakil Rektor II ITB Nobel Indonesia bidang Innovation, Internationalization & Partnership, Dr. H. Muhammad Hidayat, menyatakan kemitraan ini ditujukan untuk mengoptimalkan peran masing-masing pihak dalam memperkuat kapabilitas SDM di lingkungan pemerintahan, dunia pendidikan, dan masyarakat luas. Menurutnya, ITB Nobel akan berkontribusi lewat keunggulan akademik, inovasi, dan pengembangan keilmuan, sedangkan Pemprov Sulteng berperan sebagai mitra strategis dalam implementasi kebijakan dan program berbasis kebutuhan daerah.
Hidayat menambahkan, penandatanganan MoU diharapkan menjadi awal dari program kolaboratif yang berkelanjutan dan berdampak nyata untuk mewujudkan SDM yang cerdas, sehat, dan berdaya saing, sejalan dengan target pembangunan Sulawesi Tengah yang inklusif dan berkelanjutan.


