LUWU UTARA – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, resmi menggandeng PT Krakatau Steel (Persero) Tbk untuk menyuplai alat-alat pertanian dan sawit ke daerahnya. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat industri daerah, mendukung sektor pertanian, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Penjajakan kerja sama antara Pemkab Lutra dan Krakatau Steel dilakukan dalam pertemuan yang melibatkan Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) bersama Direktur Komersial Krakatau Steel, Akbar Djohan, di Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Februari 2026. Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah bupati anggota AKPSI, termasuk Bupati Luwu Utara, Andi Rahim, yang juga menjabat sebagai Sekretaris AKPSI.
Andi Rahim mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memfasilitasi pengadaan alat-alat pertanian dan sawit yang selama ini masih banyak diimpor dari luar negeri. “Krakatau Steel memiliki anak perusahaan yang dapat memproduksi berbagai alat pertanian dan sawit, seperti cangkul, parang, sabit, hingga alat pemanen sawit yang sangat dibutuhkan petani kita,” ujarnya Rabu (11/2/2026).
Bupati Lutra ini menjelaskan bahwa selama ini petani di daerahnya masih bergantung pada alat-alat pertanian impor, padahal produk dalam negeri, seperti yang dihasilkan Krakatau Steel, bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan adanya kerja sama ini, Andi berharap produk-produk tersebut bisa masuk ke Luwu Utara dan berkolaborasi dengan UMKM setempat, yang akan memberikan dampak positif pada perekonomian daerah.
“Selain itu, Krakatau Steel juga memiliki kemampuan untuk memproduksi produk-produk hilirisasi baja yang bisa digunakan untuk pengembangan kawasan industri dan pelabuhan di daerah kami,” lanjut Andi Rahim. Kerja sama ini diyakini dapat membuka peluang baru bagi pengembangan industri lokal sekaligus mendukung kekuatan industri nasional dalam pembangunan daerah.
Dengan adanya suplai alat-alat pertanian dan sawit dari Krakatau Steel, Pemkab Lutra berharap dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan sawit di daerah tersebut, serta mendorong pengembangan UMKM yang bergerak di bidang serupa. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan kemandirian dan kesejahteraan bagi petani dan masyarakat di Luwu Utara.


