GOWA, – Kasus Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Gowa mencatatkan angka yang mencemaskan, dengan 2.015 kasus tercatat sepanjang 2025. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertekad kuat untuk menurunkan angka tersebut melalui program dan layanan kesehatan yang lebih maksimal.
Bupati Gowa, Siti Husniah Talenrang, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada di urutan kedua dunia dengan jumlah pasien TB terbanyak, dan Gowa menjadi salah satu daerah yang menghadapi tantangan besar dalam mengentaskan penyakit ini. “Kami bertekad untuk mengentaskan TB di Gowa. Kami berharap dukungan infrastruktur dan alat pendukung bagi kader agar upaya eliminasi TB dapat terwujud,” ujar Bupati Talenrang.
Pemerintah Kabupaten Gowa juga mengandalkan peran strategis para kader kesehatan yang tersebar di 18 kecamatan untuk penanganan kasus TB. Kader kesehatan ini diharapkan dapat menjangkau seluruh pasien dengan melakukan penyuluhan dan pemeriksaan secara lebih masif. Bupati Talenrang menambahkan bahwa melalui program One Day One District (Sehari di Kecamatan), Pemkab Gowa menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Program ini dijadwalkan rutin dua kali sebulan dan dianggap efektif untuk menyasar kasus TB serta penyakit lainnya.
Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus, menyatakan bahwa penanganan TB merupakan salah satu prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia. “Penanganan TB adalah bagian dari delapan program prioritas yang dipantau langsung oleh Presiden, bersama dengan program stunting dan lainnya,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa Kemenkes akan segera mengirimkan alat rontgen ke Gowa untuk mendukung deteksi dini TB dan penyakit lainnya.
Dr. Octavianus menegaskan bahwa pemetaan penggunaan alat rontgen akan segera dilakukan, tidak hanya untuk TB, tetapi juga untuk mendeteksi penyakit menular lainnya. Pemeriksaan ini juga diharapkan mencakup keluarga pasien karena TB adalah penyakit menular yang memerlukan penanganan komprehensif.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Pemkab Gowa berkomitmen untuk mengurangi jumlah kasus TB melalui penguatan pelayanan kesehatan dan peran aktif para kader di masyarakat. Program kolaboratif lintas sektor, yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, TNI, dan Polri, diharapkan dapat mempercepat penanganan dan pencegahan penyakit ini.
Kemenkes juga memastikan bahwa distribusi alat medis, termasuk rontgen, akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan lengkap pada Juni 2026. Dalam proses ini, pengelolaan anggaran dan penyaluran bantuan harus dilakukan dengan tepat sasaran agar program TB dapat terlaksana dengan optimal.
