GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan kesiapan menjadi embarkasi haji penuh dengan mengandalkan Bandara Djalaluddin di Isimu, Kabupaten Gorontalo, serta asrama haji yang disebut telah memenuhi persyaratan. Kesiapan itu disampaikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta.
“Saya menemui Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi untuk menyampaikan kesiapan daerah kita menjadi embarkasi haji penuh,” kata Gusnar.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman Laisa dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Mas’ud. Gusnar memaparkan urgensi menjadikan Bandara Djalaluddin sebagai embarkasi/debarkasi haji penuh, dengan alasan Gorontalo telah 16 tahun menjalankan fungsi Embarkasi Haji Antara (EHA) dan dinilai berjalan baik. Ia juga menekankan posisi Gorontalo yang strategis untuk mengakomodasi wilayah sekitar, sementara di Kawasan Timur Indonesia saat ini baru terdapat satu embarkasi haji penuh, yakni Makassar, Sulawesi Selatan.
Dorongan peningkatan status ini memusat pada efektivitas layanan. Embarkasi haji penuh berarti layanan keberangkatan dan pemulangan jemaah dapat ditangani lebih lengkap dari daerah, sehingga waktu tempuh dan rantai perjalanan berpotensi lebih singkat dibanding skema transit yang umum terjadi pada EHA. Konsekuensinya, kesiapan tidak berhenti pada administrasi, tetapi bergantung pada kelayakan infrastruktur bandara dan fasilitas pendukung yang harus memenuhi standar operasional penerbangan haji.
Gusnar menyebut sejumlah pekerjaan infrastruktur masih dibutuhkan, antara lain penambahan apron, pelapisan landasan pacu, serta fasilitas pendukung lainnya. Kemenhub, menurut Gusnar, merespons positif usulan tersebut. Pada 2026, Kemenhub telah mengalokasikan anggaran pembangunan apron tahap satu sekitar Rp 45 miliar. Pekerjaan lanjutan berupa pembangunan apron berikutnya, taxiway, serta pelapisan landasan pacu direncanakan berjalan pada 2027.
“Alhamdulillah Pak Menteri Perhubungan merespon dengan baik usulan kami. Diharapkan semua fasilitas infrastruktur dapat rampung di tahun 2027. Semoga tahun 2028 embarkasi haji Gorontalo bisa terlaksana,” ujar Gusnar.
Dengan jadwal tersebut, 2026–2027 menjadi fase penentuan: percepatan proyek bandara akan menjadi indikator utama apakah Gorontalo benar-benar siap naik kelas dari pengalaman EHA menuju embarkasi haji penuh pada 2028.


