Bankeu Pemprov Sulsel Mulai Terwujud di Luwu, Jalan Lingkungan Diaspal hingga Jembatan Dibangun

MAKASSAR, – Bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) di Kabupaten Luwu mulai menunjukkan hasil nyata. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya rusak kini telah diaspal, sementara pembangunan jembatan strategis tengah berlangsung.

Program bantuan keuangan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam mempercepat pembangunan daerah, khususnya pada sektor infrastruktur dasar. Fokus utamanya adalah meningkatkan aksesibilitas, keselamatan pengguna jalan, serta mendukung pergerakan ekonomi masyarakat.

Salah satu proyek yang telah rampung adalah pengaspalan Jalan Pemuda Luwu sepanjang 945 meter dengan lebar 4 meter. Jalan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah dan kerap menghambat aktivitas warga. Setelah dilakukan pengaspalan, mobilitas masyarakat di kawasan itu kini kembali lancar.

“Alhamdulillah, setelah beberapa tahun saya usulkan, akhirnya jalan ini sudah diaspal kembali. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman,” ujar Tahmrin, warga setempat, Rabu (7/1/2026).

Selain itu, Pemprov Sulsel juga memperbaiki akses jalan menuju Jembatan Salu Jambu dengan panjang 687 meter dan lebar 4 meter. Jalur tersebut dinilai vital karena menjadi akses utama warga dalam beraktivitas sehari-hari.

“Dulu kondisi jalannya sangat rusak, banyak lubang dan sering terjadi kecelakaan. Sekarang sudah jauh lebih baik. Terima kasih kepada bapak gubernur yang peduli dengan jalan di sini,” kata Iren, warga sekitar.

Tak hanya perbaikan jalan, bantuan keuangan Pemprov Sulsel juga dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Salu Jambu dengan nilai anggaran sebesar Rp 16 miliar. Saat ini, proyek jembatan tersebut masih dalam tahap pengerjaan.

Jembatan Salu Jambu dirancang untuk menghubungkan Desa Salu Jambu dan Desa Lawawe. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar arus barang dan jasa antar desa.

Warga lainnya, Asrul, mengapresiasi pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut selama ini masyarakat harus membayar untuk menyeberang, sehingga kehadiran jembatan permanen sangat dinantikan.

“Selama ini kalau lewat harus berbayar. Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas perhatian dan bantuannya. Kami berharap pembangunannya bisa segera selesai,” ujarnya.

Pemprov Sulsel menegaskan, realisasi bantuan keuangan akan terus dikawal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan mendorong pemerataan pembangunan di daerah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *